Indonesia memang nggak ada matinya deh, bener kalau orang luar bilang Indonesia itu 'surga'. Banyak tempat-tampat yang luar biasa subhanallah yang bisa membuat mata dan hati tenang saat menikmati keindahan yang Allah berikan untuk bangsa ini. kita sebagai peduduknya haruslah mencintai dan menjaga apa yang dimiliki oleh bangsa ini dengan segenap jiwa dan rafa kita. Kita harus bangga menjadi Warga Negara Indonesia yang subhanallah indah ini, sorry agak lebe dikit, haa.

Kali ini aku ingin sedikit berbagi cerita dari perjalananku di akhir tahun 2011 lalu, tepatnya 31 Desember 2011. Karena bingung ingin pergi kemana saat tahun baru, akhirnya aku ikut kakak sepupuku untuk pergi ke Magelang pergi ke rumah Simbah-nya. Kebetulan sekali kakak sepupuku ini berulang tahun tepat tanggal 31 Desember, jadi selain tahun baruan juga bakal ada acara tiup lilin, double party dah, hahaa.

Liburan kali ini jadi rame karena kakak sepupuku juga mengajak teman se-gank-nya yang terdiri dari perkumpulan lima orang cewek. Dari jadwal  yang dibuat kakakku, tanggal 31 pagi kami akan diajak untuk naik-naik ke puncak bukit Menoreh untuk melihat Watu Kendil, baru siang harinya kami ke Candi Borobudur.

Pagi-pagi saat udara masih cukup dingin kami berangkat. Dengan pakaian seadanya, kami berangkat menuju Watu Kendil di atas bukit Menoreh yang berada di sebelah selatan Candi Borobudur itu. Kami para cowok masih lumayan, dengan memakai celana pendek dan kaos terlihat seperti akan pergi main. Nah ini para cewek masih pada pakai pakaian tidur berkeliaran keluar, naik ke bukit lagi. Terlaluuu... :D

Melewati Jembatan Merah
Awal perjalanan track masih landai, tapi setelah melewati Jembatan Merah, track jalan berganti jalan setapak dengan kemiringan nggak ada 900, hahaa

Track jalan mulai menantang

Jalan setapak dibawah pohon-pohon rimbun
Akhirnya sampai ujung jalan setapak, dan dilanjutkan dengan menyusuri jalanan yang sudah dibeton. sebenarnya kami bisa menggunakan motor untuk perjalanan ini dengan mengambil rute memutar, tapi nanti bakalan nggak ada asiknya, nggak ada yang menantang gitu loh, :p

Gunung Merapi dilihat dari atas Bukit Menoreh


Istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan
Perjalanan yang ditempuh rupanya lumayan jauh, kurang lebih seperempat jam untuk menyusuri sepanjang jalan setapak dengan kondisi nanjak dan waktu yang sama untuk melewati jalan beton ini. Aku kira setelah melewati jalan beton ini akan sampai di tempat Watu Kendhil berada, tapi ternyata kami masih harus malaju di atas aspal yang sudah lanjut usia, alias rusak.

Masih semangat...lanjuuut....!
Daaaan akhirnya, setelah perjalanan jauh nan menanjak, sampailah kami di bawah Watu Kendhil. disini terdapat Gardu Pandang untuk melihat hamparan bumi yang luas. Melihat bumi bagian utara sepanjang matamu sampai.

Kota Magelang dengan Candi Borobudur dan Gunung Tidar

Menikmati udara pagi di atas Bukit Menoreh
Dari atas bukit  ini jika langit cerah tanpa banyak awan, kita bisa melihat tujuh puncak gunung. Dengan posisi tubuh menghadap ke utara, aka terlihat di sebelah kanan kita dua buah gunung, Merapi dan Merbabu. Di sebelah kiri Merbabu terlihat kecil puncak Gunung Ungaran. Tepat di depan kita akan terlihat sebuah gundukan kecil yang akan berubah menjadi besar kalau kamu mendekatinya, itulah Gunung Tidar yang letaknya berada di tengah Kota Megelang. Sedikit bergeser ke arah kiri kamu akan dihadapkan dengan dua gunung besar, Sumbing dan Sindoro. Dan terakhir Gunung Slamet yang terlihat kecil di belakang Gunung Sindoro.

Mejeng dulu nggak apa-apa dong, hahaa Awas jatuh...! Jangan ditiru adegan ini :p

Terlihat Gunung tidar di sebelah kanan

Sawah dan kampung dengan background Gunung Tidar

Gunung Sindoro yang tertutup awan

Melihat ke arah timur, akan terlihat Gunung Merapi dan Merbabu
Dan akhirnya sampai juga di Watu Kendhil. Sebuah batu besar di atas Bukit Menoreh yang uniknya memiliki keseimbangan sehingga batu yang besar dengan bagian bawah mengerucut ini tidah jatuh ataupun menggelinding. Lihat sendiri aja dah...Monggo...!

Watu Kendhil, puncak Bukit Menoreh, Magelang

Rumah di samping Watu Kendhil
Satu lagi yang asik, jika kalian kesini dan lupa membawa air minum, bolehlah mampir ke salah satu rumah penduduk dan meminta dengan segala kerendahan hati untuk sebotol air minum, karena di sepanjang jalan tadi kami tak menemui adanya warung yang menjual minuman.

Pemandangan dari Watu Kendhil

Melihat dari celah-celah Watu Kendhil dan pepohonan

Hamparan bumi yang indah, anugrah dari Yang Maha Indah
Satu lagi yang menarik dari Watu Kendhil, Kalian akan bisa melihat Candi Borobudur dari tempat ini. Tapi untuk melihat dengan jelas tentunya harus membawa teropong atau kamera dengan zoom yang besar. Lihat foto di bawah ini yang hanya di ambil dengan kamera HP, jadi meklum nggak jelas. Area yang lebih gelap di tengah-tengah foto adalah Candi Borobudur.

Dilihat dari Watu Kendhil di Bukit Menoreh, Candi Borobudur.

8 komentar:

  1. Keren. Cerita yang menarik. Smoga bs ksana nanti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih...
      lagi belajar nulis nih, buat catatan perjalanan, biar nggak lupa kita pernah kesama :D

      Aamiin...semoga bisa kesana semua dah.

      Hapus
  2. Balasan
    1. seru banget & harus dicoba :D

      makasih Alan, udah mampir....

      Hapus
  3. wah, ra ngajak-ngajak ki??
    neng magelang sebelah ngendi kui?

    BalasHapus
  4. Ini tahun kemarin Bro, Dirimu masih di Solo :D

    Bukit Menoreh di sebelah selatan Candi Borobudur.

    BalasHapus
  5. thanks utk infonya,
    selasa nanti saya ksana [insya Allah]

    BalasHapus

 
Wawa eN Venture © 2010 - 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top