Retina Mata

Jika kemarin heboh dengan pemberitaan Si Iron Man dari Bali, yang bernama Pak Wayan yang menciptakan robot tangan untuk membantu menggerakkan tangannya yang lumpuh pasca stoke. Walau kebenaran akan "Tangan Robot" itu masih dipertanyakan kebenarannya, namun kita patut mengapresiasinya. Jika benar, maka bisa sangat membantu para disabilitas yang terbatas dengan kemampuan fisiknya.


Nah, berbeda dengan teknologi "Tangan Robot" itu, mari kita lihat penelitian oleh tim dokter di Oxford Eye Hospital, Inggris yang sedang mengupayakan sebuah teknologi yang bisa membuat para tunanetra akan dapat melihat lagi.

Melihat di laman National Geographic, teknologi tersebut nantinya akan berusaha mengembalikan pengelihatan para tunanetra, dengan memakai teknologi “bionik”. Dapat dibilang teknologi ini meniru fungsi retina mata manusia dengan cara menanam chip analog di bagian belakang bola mata. Sesuai dengan fungsi retina yang berperan untuk menangkap cahaya, maka chip ini akan menangkap cahaya dan meneruskannya ke otak. Sebelum sampai ke otak, tangkapan cahaya akan diproses oleh mikroprosesor pengolah data yang ditanam di kulit di balik telinga. Kemudian sinyal listrik hasil pemprosesan oleh mikroprosesor akan dikirim ke syaraf optik untuk dibaca oleh otak menjadi bentuk visual.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, teknologi ini sudah bisa membuat pasien tunanetra membedakan gelap terang dan beberapa sudah ada yang bisa melihat bentuk-bentuk benda. Dengan resolusi gambar masih di bawah 1 megapixel yang baru bisa ditangkap oleh chip. Maka teknologi ini masih jauh dari sempurna dan masih perlu dikembangakan lebih lanjut oleh para peneliti. Dan semoga nanti teknologi chip retina ini akan bisa mengembalikan penglihatan para penyandang tunanetra.

14 komentar:

  1. waah penelitiannya udah keren, tinggal pengembangan lebih lanjutnya ya agar lebih mendekati sempurna. tapi pasti mahal deh biayanya?

    @gemaulani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang jawa bilang, "Ono rupo, ono rego."
      Barang berkualitas pastinya mahal :D

      Hapus
  2. Memang kok yg di Bali masih pro-kontra. Tak sedikit yg buat tulisan mempertanyakan kebenaran ilmiah dari karya tsb dg membangun berbagai argumentasi.
    Saya sih apresiasi usaha beliau yg membuat karya tsb. Di luar pernyataan itu benar2 atau tidak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas...minimal dia dah buat sesuatu yg beda :-d

      Hapus
  3. Wuidihh keren, semoga bener2 membantu dan chip itu nggak ganggu kesehatan ya^^

    @umimarfa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, smoga lbih bnyak posotofnya dari efek negatifnya..

      Hapus
  4. semakin kesini, teknologi semakin maju dan ramah pada kaum difabel. semoga ke depan teknologi untuk kaun difabel bisa lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...dan semoga aja bnyak pengembang yg berasal dari dalam negeri

      Hapus
  5. salut. meski masih sederhana ya. tapi yang sederhana pun sudah bagus. dan mestinya pemakainya juga akan perlu adaptasi beberapa lama dulu. apalagi bagi tuna netra yang betul-betul belum bisa lihat sebelumnya.

    @diahdwiarti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, tp jika ini berhasil pasti sangat membantu sekali.. :)

      Hapus
  6. Eem begitu, ya. Kita perlu uji coba lagi dan menggandeng para pakar biar bisa cepet diketahui itu berfungsi untuk semuanya atau tidak.
    Kalau yang untuk retina itu, saya pikir mahal. Iya tidak ya? '.'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sepertinya akan sangat mahal, karena perlu dilakukan operasi. udah gitu mikroprosesornya juga pasti mahal banget..

      Hapus

 
Wawa eN Venture © 2010 - 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top