Pasar Sayur Cepogo adalah salah satu Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Boyolali yang secara geografis berada di lereng timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pasar yang awalnya hanya memenuhi trotoar di depan-depan kios Pasar Cepogo dan sebagian badan jalan Boyolali-Magelang ini, sudah mempunyai lokasi sendiri sejak dibangunkan gedung tersendiri oleh Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Pemda Kab. Boyolali.

Sejak perpindahan lokasi itu, ada banyak sekali perubahan yang terjadi dengan Pasar Sayur Cepogo. Dan bagi kamu yang ingin berbelanja sayur, jangan belanja di Pasar Sayur Cepogo, kalau kamu tidak ingin mendapatkan 5 hal berikut ini!


1. Sayur yang masih sangat SEGAR dan FRESH.

Sayur-sayur yang dijual di Pasar Tradisional ini masih sangat segar dan fresh karena masih tangan pertama, atau langsung diambil dari petani di Gunung Merapi dan Merbabu serta gunung disekitarnya yang sudah tak diragukan lagi kesuburan tanahnya. Jadi tak perlu khawatir sayur yang kamu beli akan mendapatkan sayur yang berkualitas buruk. Jika masih kurang yakin, kamu juga bisa memilih sendiri sayur yang mau kamu beli, pilah-pilah yang paling bagus kualitasnya kemudian baru ditimbang.


2. Harga sayur yang MURAH.

Mau beli banyak sayur tapi takut habis banyak duit? Tak perlu khawatir kalau belanja sayur di Pasar Sayur Cepogo. Harga sayur disini masih jauh lebih murah dibanding kamu beli di Pasar Kota apalagi beli di Supermarket/Departement Store.Maklum, sayur disini langsung dari petani, jadi belum ada biaya distribusi macam-macam yang bisa bikin harga sayur jadi mahal. Bisa jadi kamu beli di supermarket hanya dapat sayur untuk kebutuhan sehari, dengan nominal yang sama kamu bisa dapat sayur untuk kebutuhan satu minggu bila beli di Pasar Cepogo. Mantap bukan?

3. Kemudahan membeli berbagai macam sayuran dalam jumlah besar.

Mau ada hajatan di rumah dan butuh banyak stok sayur? Gampang, selain harganya murah, di Pasar Sayur Cepogo terdapat berbagai macam jenis sayuran. Karena saat ini Pasar Sayur Cepogo tak hanya sekedar Pasar Tradisional, tapi sudah menjadi salah satu Pasar Sentra Sayur di Jawa Tengah. Jadi tak hanya sayur lokal saja yang tersedia disini, tapi sayur-sayur dari kawasan Tawangmangu (Gunung Lawu, Karanganyar), Getasan dan Grabak (Gunung Merbabu, Magelang), Muntilan (Magelang), bahkan dari Bandungan (Gunung Ungaran, Semarang) juga ada yang dibawa ke pasar ini. Jadi, tak perlu khawatir jenis dan jumlah sayur yang kamu cari gak tersedia disini. Di Pasar Cepogo menerima pembelian grosir dan juga eceran kok, santai aja, hihii.


4. Tempat yang luas dan bersih.

Jika bayangan kamu mengenai Pasar Tradisional itu kumuh, becek, dan bau, kamu nggak akan mendapatkan suasana itu di Pasar Cepogo. Karena Pasar Cepogo yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan RI bekerjasama dengan Pemkab Boyolali ini dibangun dengan konsep baru yang tentunya lebih bersih, tertata, dan tidak bau, tentunya dengan tidak menghilangkan nilai ketradisionalannya. Di pasar ini juga dibangun toilet serta Musholla untuk memudahkan para pedagang dan pembeli untuk tetap bisa melaksanankan ibadah sholat tepat waktu.

5. Penjual yang ramah.

Mungkin untuk poin ke-5 ini sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Seperti umumnya Pasar Tradisional yang selalu terjadi interaksi sosial, baik antara pedagang dengan pembeli, maupun sesama pedagang ataupun sesama pembeli. Dengan kedekatan ini, tentu akan membuat kita lebih nyaman saat berbelanja. Tidak seperti di Supermarket yang selalu diikuti dan dimata-matai, di Pasar Tradisional kita bebas melihat dan memilih sayur yang mau kita beli, bahkan mau nyobain dulu juga boleh lho, nyam-nyam.


Oh iya, Pasar Sayur Cepogo ini buka 24 jam lho, jadi bagi yang malam-malam ingin bikin Lotek atau Gado-gado tapi kehabisan sayur, bisa langsung ke Pasar Cepogo untuk nyetok sayur. :D


Nah, itu tadi lima hal yang bakal kamu temui di Pasar Cepogo. Bagi yang tidak ingin mendapatkan 5 hal tersebut, jangan belanja di Pasar Sayur Cepogo deh!

26 komentar:

  1. kirain yang pengen gado-gado bisa beli di pasar Cepogo mas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang, di Pasar Cepogo juga ada warung yang jual Gado-gado kok mas, hihii

      Hapus
  2. Kalau malem sayurnya udah pada layu dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang mbak, disini sayurnya datang tiap jam, selalu ada sayur yang keluar masuk tiap jamnya. Bahkan kebanyakan petani, stor sayurnya justru malam hari diatas jam 21.00 WIB. Habis panen seharian, sayur langsung didistribusikan. Jadi tak perlu khawatir sayurnya layu. :)

      Hapus
  3. 1 & 2 itu loh
    jadi pingin kesana
    @guru5seni8

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini mbak main kesini, nanti saya ajak keliling-keliling...

      Hapus
  4. Pasarnya terlihat rapi ya, Mas.. Memang, kadang kalau lihat sayur yang segar-segar di pasar itu bikin semangat belanja.. Bahkan bisa banget belanja sayur yang sebelumnya nggak masuk daftar belanja karena tergoda sama kesegarannya. :D

    BalasHapus
  5. Wah mirip pasar sayur prambanan. Aku juga menemukan 5 hal tersebut. :-)

    @adibriza

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang itu semua keunggulan dari pasar tradisional daripada supermarket =))

      Hapus
  6. liat sayur pada full color gitu bikin mata melek. waah bisa-bisa betah kalau ke pasar ini :)

    @gemaulani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalau mata sudah mulai ngantuk mending trus pulang mbak, tidur di rumah, jangan di pasar.. :>)

      Hapus
  7. wah bisa kulakan (belanja grosir) di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, Pasar Cepogo memang tempatnya kulakan sayur, sayurnya menyebar ke segala arah, mulai dari daerah Soloraya, Magelang, dan juga Semarang, bahkan sampai ke Kudus.

      Hapus
  8. Pasar cepogo emang terkenal sayurane...hehehe
    Salam kenal.mas... ternyata kita dekat yaa...


    @witri_nduz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelas to mbak...
      Salam kenal juga mbak, sampean lak kulian ning UBY to mbak? *hormat pada senior :p

      Hapus
  9. Menarik. Terutama pada poin jam operasionalnya yang 24 jam. Semakin memiliki keunggulan lebih banyak dari pasar swalayan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, dan di pasar ini malam hari (sampai pagi) justru lebih ramai daripada siang hari mas. Beda dengan pasar lainnya deh :d

      Hapus
  10. Pasar Cepogo termasuk yg sudah mengalami revitalisasi ya?
    Asyik deh pokoknya belanja di pasar, hemat polllll

    @ririekayan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah mbak...bukan sekedar direvitalisasi, tp dilokalisasi, jadi semua padagang sayur dijadikan satu di tempat baru.

      Hapus
  11. Koyone aku wes komen, kenapa gak muncul ya? Jangan2 nyasar ke pasar cepogo belanja sayur dulu ya?

    BalasHapus
  12. Itu kalau kesana malam malam, mustin bangunin penjualnya ya.... he he
    'enak enak turu di guga'
    @rizalarz

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak kok...kita kesana nanti akan disambut, hahaa

      Hapus
  13. Pngen kulakan sayur ksna... Tp jauh...

    BalasHapus

 
Wawa eN Venture © 2010 - 2016. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top